"Katakanlah: “Apakah sama antara orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu?” (QS. Az Zumar:9)"

“Setiap jiwa pasti akan merasakan mati. Dan sesungguhnya balasan atas kalian akan disempurnakan kelak pada hari kiamat. Barangsiapa yang diselamatkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh dia telah beruntung. Tidaklah kehidupan dunia itu melainkan kesenangan yang menipu.” (QS. Ali ‘Imran: 185)

Pemahaman Sahabat Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam

Posted on Aug 14, 2014 in Ilmu-ilmu Dasar

sahabatDi tengah maraknya pemikiran dan pemahaman dalam agama Islam, klaim kebenaran begitu larisnya bak kacang goreng. Setiap kelompok dan jama’ah tentunya menyatakan diri sebagai yang lebih benar pemahamannya terhadap Islam, menurut keyakinannya.

Kebenaran hanya milik Allah. Namun kebenaran bukanlah suatu hal yang semu dan relatif. Karena Allah Ta’ala telah menjelaskan kebenaran kepada manusia melalui Al Qur’an dan bimbingan Nabi-Nya Shallallahu’alaihi Wasallam. Tentu kita wajib menyakini bahwa kalam ilahi yang termaktub dalam Al Qur’an adalah memiliki nilai kebenaran mutlak. Lalu siapakah orang yang paling memahami Al Qur’an? Tanpa ragu, jawabnya adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Dengan kata lain, Al Qur’an sesuai pemahaman Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan sabda-sabda Shallallahu’alaihi Wasallam itu sendiri keduanya adalah sumber kebenaran.

Yang menjadi masalah sekarang, mengapa ketika semua kelompok dan jama’ah mengaku telah berpedoman pada Al Qur’an dan Hadits, mereka masih berbeda keyakinan, berpecah-belah dan masing-masing mengklaim kebenaran pada dirinya? Setidaknya ini menunjukkan Al Qur’an dan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ternyata dapat ditafsirkan secara beragam, dipahami berbeda-beda oleh masing-masing individu. Jika demikian maka pertanyaannya adalah, siapakah sebetulnya di dunia ini yang paling memahami Al Qur’an serta sabda-sabda RasulullahShallallahu’alaihi Wasallam? Jawabnya, merekalah para sahabat Nabi radhi’allahu ‘anhum ajma’in.

Read More

Idul Fitri Bersama Rasulullah

Posted on Jul 26, 2014 in Ilmu-ilmu Dasar

Persiapan sebelum hari raya agar hari raya kita betul-betul sempurna, diantaranya : Seputar Sholat Eid, Menuju Tempat Sholat, Saling mendoakan, dll.
Simak penjelesannya dalam kajian Muslimah – Muscat bersama Ust Muhammad Nuzul Dzikry, Lc  حفظه الله تعالى
Semoga bermanfaat
Read More

Hati Yang Tak Terobati

Posted on Apr 24, 2014 in Adab & Akhlak, Tazkiyatun Nafs

bunga hatiPemateri: Dr. Syafiq Reza Basalamah hafidzahullah
Tempat: Masjid An-Nuur – Malang - Durasi: 01:24

Bukankah ketika tertusuk duri kita akan berusaha utk mengeluarkannya agar tidak menimbulkan luka yg lebih parah? Lalu apakah duri yg ada di dalam hati akan kita simpan dan biarkan membusuk di dalam hati?Ketika kita memaafkan, ada saat di mana kita teringat dan membuat kita kembali terluka sehingga amarah kembali muncul. Bagaimana kiranya.. jika Allah juga kembali menghitung-hitung dosa kita yang telah lalu, yang telah kita mintakan ampun darinya?

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

Read More

Kajian Ilmiah VIII

Posted on Apr 20, 2014 in Aqidah, Dauroh

Kajian Ilmiah VIII

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Alhamdulillah, atas karunia dan rahmat Allah ‘azza wa jalla, KBRI dan Masyarakat muslim Indonesia di Oman kembali mengadakan Kajian Ilmiah yg insha Allah akan diisi oleh Al-Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, LC. (beliau merupakan pengisi acara di Radio Rodja, Rodja TV dan Yufid.tv)  Kami mengundang ikhwan dan akhwat di Oman untuk hadir dan berpartisipasi dalam acara ini yang kali ini mengangkat tema ” MENGGAPAI KHUSYU’ DALAM SHOLAT”. Acara terbuka untuk umum, dimohon bantuannya utk menyebarkan undangan ini untuk warga Indonesia dan bangsa serumpun (i.e. Malaysia/Brunei/Singapore) yang tertarik untuk menghadiri kajian ilmiah ini bertempat di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Muscat.

Adapun susunan acara adalah sebagai berikut

Read More

Ganjaran yang Luar Biasa

Posted on Apr 19, 2014 in Tazkiyatun Nafs

zikrDzikir adalah pembersih dan pengasah hati, serta obatnya jika hati itu sakit. Selagi orang yang berdzikir semakin tenggelam dalam dzikir-nya, maka cinta dan kerinduannya semakin terpupuk terhadap Dzat yang diingatnya. Jika ada keselarasan antara hati dan lisan, maka pelakunya akan lupa terhadap segala sesuatu. Sebagai gantinya, Allah akan menjaganya dari segala sesuatu.

Dengan dzikir, pendengaran menjadi terbuka, lisan tidak kelu dan kegelapan menyingkir dari pandangan. Dengan dzikir ini Allah menghiasi lisan orang-orang yang berdzikir, sebagaimana Dia menghiasi pandangan orang-orang yang bisa memandang dengan cahaya. Lisan yang lalai seperti mata yang buta, telinga yang tuli dan tangan yang bun-tung. Dzikir merupakan pintu menuju Allah yang paling lebar dan besar, terbuka di antara Allah dan hamba-Nya, selagi pintu itu tidak ditutup sendiri oleh hamba dengan kelalaiannya.

Read More

Beda, Antara Pandangan Allah dan Pandangan Manusia

Posted on Apr 19, 2014 in Tazkiyatun Nafs

rememberDalam pandangan manusia, orang-orang yang gugur dalam medan jihad telah mati, dalam pandangan Allah mereka hidup..

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki.”(QS. Ali Imran: 169)

Dalam pandangan manusia, orang yang mulia dan terhormat adalah orang yang memiliki harta dan jabatan tinggi, dalam pandangan Allah yang termulia adalah yang paling bertakwa..

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.” (QS. Al Hujaraat: 13)

Read More

Tentang Kitab Ushul Sunnah

Posted on Apr 19, 2014 in Syarah Ushul Sunnah

cover ushul sunnahKitab Ushul Sunnah adalah salah satu kitab yang disusun oleh Imam Ahlussunnah Abu Abdillah Ahmad bin Hanbal rahimahullah, yang memuat prinsip-prinsip aqidah ahlussunnah wal jama’ah. Meskipun kitab ini tidak mencakup seluruh aqidah ahlussunnah, setidaknya kitab ini mencakup prinsip-prinsip dasarnya yang merupakan lawan dari prinsip-prinsip dasar bid’ah.

Syaikh Walid bin Muhammad Nubaih telah melakukan Tahqiq sekaligus memberikan Syarah pada kitab Ushul Sunnah yang diriwayatkan oleh Abdus bin Malik al-Aththar rahimahullah yang mendengar langsung dari gurunya yaitu Imam Ahmad bin Hanbal. Abu Bakar al-Khallaal rahimahullah berkata, “Di sisi Abu Abdillah (kunyahnya Imam Ahmad), dia (Abdus bin Malik al-Aththar) memiliki kedudukan dalam hal hadiah-hadiah dan selainnya, ia (Imam Ahmad) menyenanginya dan mendahulukannya. Berita-beritanya cukup panjang untuk dijelaskan. Abu Ya’la berkata, “Ia meriwayatkan dari Abi Abdillah berbagai permasalahan yang tidak pernah diriwayatkan oleh selainnya yang seluruhnya tidak sampai pada kita kecuali sedikit di dalam bab-bab As-Sunnah, yang seandainya diadakan perjalanan ke negeri Cina untuk mencarinya niscaya hal itu tidak seberapa. Abu Abdillah mengeluarkannya dan menyerahkan padanya…(secara ringkas)”. [Thabaqaat al-Hanaabilah, 1/241]

Read More