Fikih Hadits 5: Mempelajari Ushul Fikih

Print Friendly

Ushul Fikih adalah ilmu yang sangat penting sekali bagi orang yang ingin memahami Al Qur’an dan hadits, dengan ilmu tersebut seorang penuntut ilmu dapat mengetahui bentuk kalimat yang menunjukkan kepada hukum wajib seperti kata kerja perintah dan lain sebagainya, atau sunah atau haram dan makruh atau mubah.

Seringkali terjadi kesalahan pemahaman akibat tidak memahami kaidah ushul fiqih, sebuah contoh adalah tidak bisa membedakan antara bid’ah dengan mashlahat mursalah, karena kedua-duanya memang mempunyai kemiripan yaitu sama-sama tidak ada nash yang menyatakan demikian, namun mashlahat mursalah berbeda dengan bid’ah dimana mashlahat mursalah bertujuan untuk menjaga pokok-pokok syari’at islam yang apabila ditinggalkan akan menimbulkan mafsadah yang besar sedangkan bid’ah tidak demikian.

Contoh mashlahat mursalah adalah pengumpulan Al Qur’an juga peletakkan ilmu-ilmu agama, semua ini dalam rangka menjaga pokok-pokok syari’at, bayangkan bila Al Qur’an tidak dikumpulkan! pasti akan lenyap dan tidak sampai kepada kita dan ini adalah mudlarat yang amat besar, demikian juga ilmu-ilmu agama seperti ilmu nahwu dan sharaf, ilmu hadits, ilmu ushul fiqih, tanpa ilmu ini kita tidak akan dapat memahami Al Qur’an dan hadits dengan benar, tidak juga dapat membedakan antara hadits shahih dengan hadits lemah dan mudlarat lain yang besar bagi umat islam.

Sedangkan bid’ah tidak menjaga pokok-pokok syari’at tidak juga mudlarat bila ditinggalkan, bahkan merusak sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Perayaan maulid misalnya, tidak menjaga pokok-pokok agama, karena mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan mengenang perjuangannya dapat dilakukan dengan yang sesuai syari’at yaitu mempelajari hadits dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak pula bermudlarat bila tidak dirayakan. Dan adanya sedikit mashlahat yang diklaim oleh pelakunya sama dengan manfaat yang ada pada arak dan judi, dimana dosanya lebih besar dari manfaatnya.

Berapa banyak sunnah yang hilang akibat munculnya bid’ah seperti adzan awal yang digantikan oleh nyanyian, dan lain sebagainya. Namun sayang banyak kaum muslimin justru beralasan dengan kisah pengumpulan Al Qur’an untuk menyatakan adanya bid’ah hasanah, padahal sama sekali tidak menunjukkan kepada yang dia inginkan, bahkan tidak nyambung.

***********************************************

Dipublikasikan kembali oleh www.catatanmelura.com

Penulis: Abu Yahya Badrussalam, Lc.
Sumber: www.abangdani.wordpress.com
Tanggal: 18 Sya’ban 1431H

One Comment

  1. Walopun mahram tetap aja ada banayatnsa ya. Kalo dirumahku skrng, cuma ada aku, istri, ibu mertua dan sepasang anakku. Utk anak2ku jg mulai aku kenalkan utk menutup aurat..ya mdh2an kelak kalo udah dewasa, mereka memahaminya Tks ya Ummu, jadi nambah ilmu nich

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *