Dia (Allah) Tidak Ditanya

Print Friendly, PDF & Email

Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh,

Ikhwani fillah, berikut ini sedikit tambahan dari apa yang kita diskusikan tadi pagi (saya ringkas dari buku Qadha’ dan Qadar dan sedikit tambahan dari dakwahsunnah blog). Mohon dimaklumi bahwa firman Allah dan perkataan para Ulama cukup tegas dalam masalah ini, karena hal ini memang sesuatu yang teramat penting.

Prinsipnya adalah, kita harus menerima terhadap perkara yang telah ditetapkan oleh Allah, baik yang bisa dirasiokan oleh akal kita atau tidak bisa, karena pemahaman kita yang sangat pendek, dan kelemahan serta kekurangan ada pada kita, bukan pada hikmah Allah Ta’ala, bahkan Allah Yang Maha Suci tidak boleh ditanya apa yang Dia perbuat.

Allah Ta’ala berfirman:
{لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ} [الأنبياء: 23]
Artinya: “Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai”. QS. Al Anbiya’: 23.

Kita jangan menyibukkan diri dengan pertanyaan-pertanyaan tentang perbuatan Allah, karena akan sangat berpengaruh buruk kepada keimanan sedikit-semi sedikit, perlahan-lahan. Dan Allah telah memberikan pengarahan kepada kita, untuk tidak memasukkan diri kita di dalam pertanyaaan-pertanyaan seperti ini (ayat diatas), maka hendaklah kita tunduk dan menyerahkan diri (taslim).

Al-Ajjuri berkata: “Tidak layak bagi orang Islam menyelidiki takdir, karena sesungguhnya ia rahasia dari rahasia-rahasia Allah. Yang wajib bagi orang beriman adalah mengimani taqdir. Karena seseorang yang ingin tahu dan menyelidiki tentang takdir, tak ada jaminan bahwa dia akan selamat dari pendustaan terhadap takdir Allah yang berlaku bagi hamba-Nya, akhirnya ia tersesat dari jalan kebenaran”.

Imam Ahmad berkata: “Merupakan keyakinan wajib, beriman kepada takdir, baik dan buruknya, membenarkan serta mengimani hadits2 yang berkait dengannya. TIDAK LAYAK DITANYAKAN: “Kenapa?”, “Bagaimana?”. yang ada hanyalah membenarkan dan mengimani.

Yang benar datangnya dari Allah, yang salah datangnya dari saya dan syaiton, dan kepada Allah saya mohon ampun…Semoga Allah memberikan taufik dan hidayah-NYA kepada kita semua. Aaamiin… Wassalamu’alaikum.


Kiriman dari Pak Diri (09 Feb 2012)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *