Dialog Hati

Print Friendly

Andai kau tau bagaimana perjuangan seorang pendosa dalam menemukan jalan kembali, tentu kau takkan pernah merasa jemawa dihadapannya.
Kadang iman membawanya pada trap-trap langit.
Kadang pula ia tersungkur, lalu masuk dalam jerat-jerat masa lalu.
Berkali-kali ia bangkit meski berulangkali terjatuh.
Ia tertatih dalam derap langkah..
Mencoba berdiri dan mengemis kasih.
Nafasnya yang tersengal seolah berbisik:
“Ya Allah… Kasihilah aku…
Ya Allah… Terimalah aku..
Ya Allah… Kemana aku akan pergi bila Engkau menolakku..?
Kemana aku mengetuk bila pintu maaf-Mu tak kunjung terbuka..?”

Ohh… Semua bagai lelah tak bertepi..
Bila kau bertemu dengannya, sampaikan salamku untuknya..
Meski aku sadar bahwa diri ini adalah dia.
Doakan agar ia teguh..
Jangan menatapnya dengan pandangan hina.
Jangan pernah merasa lebih baik darinya.
Karena kau tak tau nilai tangis taubatnya di sisi Rabb-mu.

Sekali lagi…
“Jangan pernah merendahkan seorang pendosa yang lemah dihadapan syahwatnya.
Boleh jadi kau tertidur dengan perasaan bangga terhadap amalmu. Sedangkan dia tertidur dengan linangan air mata yang terus membasahi pipinya, sebagai tanda penyesalan atas dosa-dosanya dihadapan Allah. Sehingga Allah berkenan menerimanya karena ketulusan hatinya dan menolakmu karena rasa bangga yang ada pada dirimu.”

_____________
Jakarta 17 Dzulqo’dah 1437 H
ACT El-Gharantaly,  حفظه الله تعالى

BBG-Al Ilmu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *