Syubhat dan Jawaban

Fenomena Mengikuti Suatu Kaum

Posted on Mar 15, 2012 in Syubhat dan Jawaban

Fenomena perilaku mengekor musuh-musuh Allah –yaitu golongan kafir dan musyrik– telah menjalar di tubuh umat Islam dan hampir di segala segi dan tata kehidupan, seperti cara berpakaian, gaya bicara dan penampilan, sampai kepada hal yang lebih besar, yaitu soal-soal ibadah. Padahal

Allah telah mengingatkan kita pada banyak ayat-Nya untuk tidak mengikuti jalan-jalan mereka. Diantara peringatan Allah Ta’ala itu adalah

وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ إِنَّكَ إِذًا لَمِنَ الظَّالِمِينَ

“Dan sungguh sekiranya engkau (Muhammad) mengikuti hawa nafsu mereka setelah datangnya kebenaran ini kepadamu, niscaya engkau akan masuk golongan orang-orang zalim.” [Al Baqarah 145]

Bagaimanapun juga, fenomena ini adalah suatu keniscayaan. Sebagaimana Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam pernah bersabda,

“Sungguh kalian akan mengikuti jejak umat-umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehingga kalau mereka masuk ke dalam lubang biawak, niscaya kalian pun akan ikut masuk ke dalamnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Read More

Mengapa Bicara Bid’ah?

Posted on Jan 15, 2012 in Syubhat dan Jawaban

Pada suatu ketika, dalam sebuah halaqah kecil, para jamaah ditanya satu-per-satu dengan pertanyaan “Bapak sudah tahu apa itu bid’ah?”. Dan subhanallah, bisa dikatakan 90% dari jamaah baru mendengar istilah ini, sementara mereka yang ditanya bukanlah para muallaf (orang yang baru masuk Islam), tetapi mereka adalah orang yang sudah Islam sejak lahir dan umurnya berkisar antara 20 – 50 tahun. Ini menunjukkan kenyataan betapa masih asingnya istilah ini bagi kebanyakan kaum muslimin.


Namun kelihatannya istilah bid’ah ini tidaklah terlalu asing bagi para pemuda yang cukup aktif dan ‘melek’ terhadap agamanya, meskipun kebanyakan belum sampai pada pengertian yang diharapkan. Sebagian pemuda yang baru mengenal sedikit tentang istilah ini dan menerimanya dengan sepenuh hati, cenderung terlalu hati-hati dan terburu-buru sehingga kurang luwes dalam menerapkannya. Sebaliknya, sebagian yang lain yang sedang asyik dengan amalannya dan ternyata amalan itu dikatakan bid’ah, alih-alih mempelajarinya dengan hati yang ikhlas serta minta petunjuk kepada Allah Ta’ala, mereka cenderung defensif (mempertahankan diri), bahkan tak jarang mulai melempar tuduhan dan fitnah demi mempertahankan bid’ahnya. Selain itu, masih ada lagi sebagian kaum muslimin yang menganggap membicarakan bid’ah ini tidak menarik, karena ujung-ujungnya akan terjadi perdebatan tiada akhir.

Read More