Tazkiyatun Nafs

Beda, Antara Pandangan Allah dan Pandangan Manusia

Posted on Apr 19, 2014 in Tazkiyatun Nafs

rememberDalam pandangan manusia, orang-orang yang gugur dalam medan jihad telah mati, dalam pandangan Allah mereka hidup..

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki.”(QS. Ali Imran: 169)

Dalam pandangan manusia, orang yang mulia dan terhormat adalah orang yang memiliki harta dan jabatan tinggi, dalam pandangan Allah yang termulia adalah yang paling bertakwa..

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.” (QS. Al Hujaraat: 13)

Read More

Bahaya Mengunjungi Situs Penuh Syubhat

Posted on Apr 12, 2014 in Tazkiyatun Nafs

Imam Az-Dzahabirahimahulloh : “Sesungguhnya hati-hati ini lemah sedangkan syubhat menyambar-nyambar”.

Penyakit yang menimbulkan sakitnya hati ada dua yaitu syubhat dan syahwat.
Penyakit syubhat (kerancuan berpikir atau kesalahan pemahaman) antara lain seperti kekufuran, kemunafikan, keraguan, bid’ah, dll.

Adapaun penyakit syahwat (mengikuti nafsu) antara lain zina, mencintai kekejian, dan berbagai macam kemaksiatan.

Pertanyaan:

Syaikh –semoga Allah senantiasa menjaga anda- apa nasehat anda kepada para penuntut ilmu seputar permasalahan membaca syubhat dan memasuki forum-forum yang tidak berdasarkan manhaj ahlussunnah wal jama’ah, membaca isinya kemudian menyebarkannya kepada orang-orang dengan alasan bahwa itu merupakan suatu keharusan untuk membantah kesalahan yang telah diketahui.

Read More

Sirnalah Segala Kelezatan Jika Datang Kematian

Posted on Apr 12, 2014 in Tazkiyatun Nafs

kematian is nasehatKhutbah Jumat Masjid Nabawi
(4/6/1435 H atau 4/4/2014 M) oleh Asy-Syaikh Husain bin Abdil Aziz Alu Syaikh hafizohullah (Hakim di kota Madinah dan Dosen di Universitas Islam Madinah)

 

Di tengah kehidupan ini yang penuh dengan perkara-perkara yang melalaikan, penuh dengan beraneka ragam permainan dan yang membuat lupa, maka sungguh seorang manusia sangat butuh kepada sesuatu yang memberi penerangan baginya agar ia tidak terjebak kepada perkara-perkara yang melalaikan tersebut, agar ia tidak terpalingkan dari kehidupan akhirat yang hakiki yang abadi tanpa adanya fana, tanpa adanya kesirnaan.
Read More

Pentingnya Amalan Hati

Posted on Mar 31, 2014 in Tazkiyatun Nafs

imagesKebanyakan orang memberi perhatian besar terhadap amalan-amalan dzohir. Kita dapati sebagian orang benar-benar berusaha untuk bisa sholat sebagaimana sholatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka seluruh gerakan-gerakan sholat Nabi yang terdapat dalam hadits-hadits yang shahih berusaha untuk diterapkannya. Sungguh ini merupakan kenikmatan dan kebahagian bagi orang yang seperti ini. Bukankah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

صَلوُّا كَمَا رَأَيْتُمُوْنِي أُصَلّي

“Sholatlah kalian sebagaimana aku sholat”

Demikian juga perihalnya dengan haji, kebanyakan orang benar-benar berusaha untuk bisa berhaji sebagaimana haji Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai bentuk pengamalan dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لِتَأْخُذُوْا عَنِّي مَنَاسِكَكُمْ

“Hendaknya kalian mengambil manasik haji kalian dariku”

Akan tetapi…..

Ternyata banyak juga orang-orang yang memberi perhatian besar terhadap amalan-amalan yang dzohir –termasuk penulis sendiri- yang ternyata lalai dari amalan hati…

Sebagai bukti betapa banyak orang yang bisa jadi gerakan sholatnya seratus persen sama seperti gerakan sholat Nabi akan tetapi apakah mereka juga memberi perhatian besar terhadap kekhusyu’an dalam sholat mereka??

Bukankah Nabi bersabda

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَنْصَرفُ؛ وَمَا كُتِبَ إِلا عُشُرُ صلاتِهِ، تُسُعُها، ثُمُنُها، سُبُعُها، سُدُسُها، خُمُسُها، رُبُعُها، ثلُثُها، نِصْفها

“Sesungguhnya seseorang selesai dari sholatnya dan tidaklah dicatat baginya dari pahala sholatnya kecuali sepersepuluhnya, sepersembilannya, seperdelapannya, sepertujuhnya, seperenamnya, seperlimanya, seperempatnya, sepertiganya, setengahnya” (HR bu Dawud no 761 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Read More

Kebahagiaa​n Sejati

Posted on Mar 10, 2014 in Tazkiyatun Nafs

happyBentuk kebahagiaan sejati adalah kebahagiaan rohani dalam hati dan jiwa manusia. Yakni kebahagiaan dengan ilmu yang bermanfaat serta buahnya (amalan saleh untuk mendekatkan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala).
Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah menyampaikan sebuah kisah yang pantas kita renungkan.
Dikisahkan, seorang ulama menumpang sebuah kapal laut yang mengangkut para saudagar kaya (yang membawa banyak harta dan barang dagangan). Tapi kemudian (di tengah lautan), kapal tersebut rusak (dan tenggelam bersama seluruh barang muatannya). Para saudagar serta merta menjadi orang-orang hina dan rendah (karena harta mereka tenggelam di laut). Padahal sebelumnya mereka merasa mulia (bangga) dengan kekayaan mereka. Sedangkan ulama tersebut, sesampainya di negeri tujuan, dimuliakan dengan berbagai macam hadiah dan penghormatan (karena ilmu yang dimilikinya).
Para saudagar yang kemudian jatuh miskin itu ingin kembali ke negeri mereka. Mereka bertanya kepada ulama tersebut. “Apakah Anda ingin menitip pesan atau surat untuk kaum kerabat Anda?
“Ya. Sampaikanlah kepada mereka: Jika kalian ingin mengambil harta (kemuliaan), ambillah harta  yang tidak akan tenggelam (hilang), meskipun kapal tenggelam. Oleh karena itu jadikanlah ilmu sebagai (barang) perniagaan (kalian).” (Kitab Miftaahu daaris sa’aadah; 1/107)

Read More

Kemuliaan Sejati Tempatnya Di Akhirat

Posted on Mar 6, 2014 in Tazkiyatun Nafs

kemuliaan sejatiDi dunia, boleh jadi seorang itu hina, orang yang tidak dianggap, kaum yang termarjinalkan dan segala julukan lain yang menunjukkan pelecehan. Tapi ukuran di akhirat bukan harta, kedudukan dan segala macam perangkat dunia lainnya, kemuliaan yang kekal di akhirat adalah karena Iman dan amal salih. Lihat bagaimana Allah membalas sebuah kaum yang di dunia ini, mereka termajinalkan, mereka bukan hanya digusur tanahnya tau diusir lapaknya, tapi mereka di bakar hidup-hidup, tanpa ada LSM yang membela sama sekali, tapi Allah sebutkan:

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصّٰلِحٰتِ لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهٰرُۚ ذٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْكَبِيرُ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah al fauzul kabiir (keberuntungan yang besar)” (QS Al Burruj 11)

Read More