Posts Tagged "riba"

Riba! Siapa Sudi?

Posted on Jan 31, 2012 in Muamalah

Untuk sesaat, bisa jadi Riba terasa enak. Namun selanjutnya laknat. Terkadang pelaku Riba tidak langsung mendapatkan hukuman atas perbuatannya di dunia, tapi justru merasakan hartanya semakin berlimpah. Namun bisa jadi dampak dosa itu akan dirasakan oleh keturunannya. Ini bisa terjadi ketika pelaku Riba telah mati sementara orang-orang yang didhalimi menuntut balas. Maka kemana lagi mereka akan menuntut balas selain kepada ahli warisnya.

Allah Ta’ala telah memperingatkan dengan keras akan perbuatan memakan Riba ini, bahkan Allah dan RasulNya mengumandangkan perang kepada pelaku Riba yang tidak juga berhenti ketika telah diseru untuk berhenti.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَأْكُلُواْ الرِّبَا أَضْعَافًا مُّضَاعَفَةً وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat  keberuntungan. (Ali Imran 130)

Read More

Prinsip Dasar Ekonomi Syari’ah

Posted on Jan 31, 2012 in Muamalah

Sahabat Umar bin Khaththab radhiyallahu’anhu ketika menjadi Khalifah sepeninggal Abu Bakar ash-Shidiq radhiyallahu’anhu, pernah memerintahkan para pedagang agar mempunyai ilmu sebelum berdagang di pasar agar terhindar dari praktek-praktek yang diharamkan.

قال عمر بن الخطاب رضي الله عنه:  لاَ يَتَّجِرُ فِي سُوْقِنَا إِلاَّ مَنْ فَقُهَ وَإِلاَّ أَكَلَ الرِّبَا

Umar  bin Khaththab radhiyallahu’anhu berkata  “Hendaknya tidaklah berdagang di pasar kita selain orang yang telah paham (berilmu), bila tidak, niscaya ia akan memakan riba”.

Meskipun di kala itu pemerintahan Umar adalah pemerintahan yang menjalankan syariat Islam dengan baik, namun tetap saja beliau memerintahkan rakyatnya, yaitu para pedagang agar mempunyai ilmu sebelum berdagang. Maka dari itu, jika sekarang kita ingin menghidupkan praktek ekonomi yang syar’i, hendaknya kita juga berilmu.

Read More

Antara Tabungan dan Wadi’ah

Posted on Jan 27, 2012 in Muamalah

Semua orang seolah tidak lagi memiliki pelarian untuk keamanan hartanya selain di tabung di bank. Bagi kalangan yang anti pati dengan bank konvensional, mereka lebih memilih bank syariah. Dengan produk wadi’ah-nya bank syariah siap menampung dana masyarakat dengan keuntungan bagi hasil sebagai ganti dari bunga ada di bank konvensional. Sebagai masyarakat, tentu anda bertanya-tanya apa perbedaan antara tabungan (account) dalam perbankan konvensional dari wadiah dalam perbankan syariah.

Untuk memudahkan anda mengenali keduanya, berikut beberapa sumber yang bisa dijadikan acuan:

Dalam penjelasan undang-undang perbankan syari’ah tahun 2008, pasal 19, ayat 1, huruf a, dinyatakan: “Yang dimaksud dengan “Akad wadi’ah” adalah Akad penitipan barang atau uang antara pihak yang mempunyai barang atau uang dan pihak yang diberi kepercayaan dengan tujuan untuk menjaga keselamatan, keamanan, serta keutuhan barang atau uang.” Definisi ini selaras dengan definisi wadi’ah dalam ilmu fiqih.

Dalam kitab I’anatut Thalibin karya Ad Dimyathy dijelaskan bahwa wadhi’ah adalah: “Suatu akad yang betujuan menjaga suatu harta.” (3/284)

Read More