Posts Tagged "sunnah"

Fikih Hadits-3: Mengetahui Sebab Terjadinya Hadits

Posted on Feb 17, 2012 in Fikih Hadits

Mengetahui sebab terjadinya hadits sangat membantu kita untuk memahami maksud suatu kejadian yang terjadi di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Ketidaktahuan sebab terjadinya hadits seringkali mengakibatkan jatuh kepada kesalahan pemahaman.

Sebuah contoh adalah adanya pembagian bid’ah menjadi dua yaitu bid’ah hasanah dan dlalalah, diantara hadits yang dijadikan dasar oleh mereka adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

مَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يُنْقَصَ مِنْ أُجُوِْرِهمْ شَيْءٌ. وَمَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يُنْقَصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ.

“Barangsiapa mencontohkan suatu perbuatan baik di dalam islam, maka ia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang-orang yang mengamalkannya setelahnya dikurangi sedikitpun dari pahala mereka. Dan barang siapa mencontohkan suatu perbuatan buruk di dalam islam, maka ia akan memperoleh dosanya dan dosa orang-orang yang mengamalkannya setelahnya tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa mereka.” (HR. Muslim)

Read More

Mengapa Bicara Bid’ah?

Posted on Jan 15, 2012 in Syubhat dan Jawaban

Pada suatu ketika, dalam sebuah halaqah kecil, para jamaah ditanya satu-per-satu dengan pertanyaan “Bapak sudah tahu apa itu bid’ah?”. Dan subhanallah, bisa dikatakan 90% dari jamaah baru mendengar istilah ini, sementara mereka yang ditanya bukanlah para muallaf (orang yang baru masuk Islam), tetapi mereka adalah orang yang sudah Islam sejak lahir dan umurnya berkisar antara 20 – 50 tahun. Ini menunjukkan kenyataan betapa masih asingnya istilah ini bagi kebanyakan kaum muslimin.


Namun kelihatannya istilah bid’ah ini tidaklah terlalu asing bagi para pemuda yang cukup aktif dan ‘melek’ terhadap agamanya, meskipun kebanyakan belum sampai pada pengertian yang diharapkan. Sebagian pemuda yang baru mengenal sedikit tentang istilah ini dan menerimanya dengan sepenuh hati, cenderung terlalu hati-hati dan terburu-buru sehingga kurang luwes dalam menerapkannya. Sebaliknya, sebagian yang lain yang sedang asyik dengan amalannya dan ternyata amalan itu dikatakan bid’ah, alih-alih mempelajarinya dengan hati yang ikhlas serta minta petunjuk kepada Allah Ta’ala, mereka cenderung defensif (mempertahankan diri), bahkan tak jarang mulai melempar tuduhan dan fitnah demi mempertahankan bid’ahnya. Selain itu, masih ada lagi sebagian kaum muslimin yang menganggap membicarakan bid’ah ini tidak menarik, karena ujung-ujungnya akan terjadi perdebatan tiada akhir.

Read More